Arsip Tag: Kegaiatan Belajar Mengajar di Luar Kelas

Bosen Belajar di Dalam Kelas? Saatnya Belajar di Luar

Standar

_Outing Class_02 _Outing Class_01

“Anak-anakku, bawa buku kalian! Jangan lupa kertas koran untuk alas duduk, kita akan belajar di luar kelas.” Yes! Yes! Yes! Keceriaan dari anak-anakku kelas 2B MIM Karanganyar begitu terpancar saat kegiatan belajar mengajar di luar kelas yang kami lakukan beberapa waktu yang lalu. KBM boleh saja dan bisa dilaksanakan di luar kelas sebagai alternatif untuk mengusir sedikit kebosenan peserta didik. Ada yang mau ikutan? Semangaaat!!!

Pak, Kalau Besar Nanti Saya Mau Donor Darah….

Standar

Sabtu (05/01), anak-anak kelas 2A melaksanakan kegiatan outing class ke PMI Karanganyar. Sebenarnya kegiatan outing class ke PMI ini akan dilaksanakan pada semester 1 untuk mata pelajaran PKn yang membahas masalah tolong menolong, karena sesuatu hal kegiatan outing class ke PMI ini baru bisa dilaksanakan pada awal semester 2. Di sela-sela hujan rintik-rintik, saya mengajak anak-anak kelas 2A mengunjungi PMI dengan menggunakan mobil antar jemput. Sesampai di tempat tujuan yaitu kantor PMI, siswa diterima staf PMI, kemudian siswa saya pandu untuk melaksanakan tanya jawab dengan staf PMI Karanganyar terkait dengan proses transfusi darah sebagai bagian dari sikap tolong menolong sesama manusia. Setelah diskusi selesai, siswa melihat proses pemeriksaan tensi (tekanan) darah, macam golongan darah, dan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) darah, kemudian melihat secara langsung proses transfusi darah dan diskusi kecil tentang transfusi darah. Selain itu, pada kesempatan kali ini ada 4 siswa mengikuti cek golongan darah. Setelah melihat secara langsung proses donor darah, sebagian besar anak-anak 2A bercita-cita saat besar nanti akan melaksanakan donor darah sebagai bentuk kepedulian mereka terhada sesama. Alhamdulillah….

_Outing Class ke PMI Kelas 2A_01 _Outing Class ke PMI Kelas 2A_02

_Outing Class ke PMI Kelas 2A_03 _Outing Class ke PMI Kelas 2A_04

_Outing Class ke PMI Kelas 2A_05 _Outing Class ke PMI Kelas 2A_06

_Outing Class ke PMI Kelas 2A_07 _Outing Class ke PMI Kelas 2A_08

Anak-anakku Membuat Herbarium Sederhana

Standar

Pada hari Sabtu (08/09), anak-anakku kelas 2A MIM Karanganyar belajar tentang bagian-bagian tubuh tumbuhan. Untuk mengawali kegiatan belajar mengajar pada bab ini, mereka akan membuat herbarium sederhana.

Pertama-tama mereka menyiapkan buku gambar ukuran A3. Kemudian dengan dampingan saya selaku guru kelas, mereka menuju kebun madrasah untuk mengambil 3 batang tanaman lengkap dengan akar, batang, daun, bunga dan bijinya. Setelah mereka membersihkan tanaman tersebut, mereka membawanya ke dalam kelas dan menyusunnya di buku gambar A3 yang telah mereka siapkan. Mereka menyusun tanaman tersebut dengan menggunakan isolasi. Mereka juga merapikan tanaman yang mereka susun dengan gunting.

     

     

Setelah mereka selesai menyusun tanaman tersebut di dalam buku gambar. Mereka menutup buku gambar tersebut dan mengumpulkannya di depan kelas untuk di kumpulkan menjadi satu. Setelah terkumpul semuanya, saya menindih buku-buku gambar tersebut dengan batu agar tanaman yang berada di dalam buku dapat (pipih) rapi.

 

Dua hari kemudian yaitu pada hari Senin (10/09), anak-anakku kembali membuka buku gambar mereka masing-masing. Mereka memberi keterangan herbarium mereka, bagian mana yang termasuk akar, batang, daun, bunga buah dan biji. Setelah itu mereka menggunting kertas dari buku dan jadilah herbarium sederhana mereka. Bagus-bagus hlo hasilnya. Mungkin teman-teman guru tertarik untuk mempraktikkannya? Selamat mencoba.

Mobil Lewat-pun Bisa Jadi Sumber Belajar

Standar

Jumat (31/08), kembali anak-anakku melaksanakan kegiatan belajar mengajar di luar kelas. Kali ini mereka belajar tentang Membandingkan Dua Bilangan dalam mata pelajaran matematika. Mereka mengadakan kegiatan belajar mengajar di pinggir jalan raya. Pertama-tama mereka menghitung kendaraan yang lewat. Mereka mengadakan penelitian sederhana, membandingkan jumlah kendaraan yang menuju ke dalam kota dan keluar kota Karanganyar. Setelah mereka selesai menghitung kendaraan yang lewat dalam waktu 15 menit, mereka kembali ke kelas. Di kelas, mereka mempresentasikan hasil pengamatan (perhitungan) mereka.

Berdasarkan hasil penelitian sederhana tersebut didapatkan hasil bahwa jumlah mobil yang menuju ke dalam kota Karanganyar adalah 35 dan jumlah mobil yang menuju luar kota Karanganyar adalah 29. Dengan demikian jumlah mobil yang menuju ke dalam kota lebih banyak daripada mobil yang menuju luar kota Karanganyar. Berdasarkan hasil penelitian itu juga didapatkan hasil bahwa jumlah sepeda motor yang menuju ke dalam kota Karanganyar adalah 180 dan jumlah sepeda motor yang menuju luar kota Karanganyar adalah 149. Dengan demikian jumlah sepeda motor yang menuju ke dalam kota lebih banyak daripada sepeda motor yang menuju luar kota Karanganyar.

 

Salut, Puasa Tidak Halangi Semangat Anak-anakku

Standar

Meskipun dalam keadaan puasa, tidak mengurangi semangat anak-anak kelas 2A MIM Karanganyar mengikuti kegiatan belajar mengajar di luar kelas pada hari Selasa (24/07). Pada hari yang sangat lumayan terik itu mereka belajar tentang bagian-bagian tubuh hewan. Kali ini mereka mengadakan pengamatan hewan sapi yang letaknya sekitar 400 meter dari MIM Karanganyar. Dengan berjalan kaki mereka menuju tempat pengamatan, sesampainya di lokasi anak-anak didampingi wali kelas mengamati bagian-bagian tubuh sapi. Di lokasi pengamatan itu anak-anak juga mengadakan diskusi terkait dengan nama dan fungsi masing-masing bagian tubuh sapi.

 

Sekarang Jam Berapa Ya?

Standar

Anak-anakku kelas 2A MIM Karanganyar pada hari Senin (14/05) mencoba jam matahari mereka di halaman sekolah. Mereka mencocokkan hasil pengamatan mereka pada jam matahari dengan jam yang ada di kelas. Wew, ternyata hasilnya sama.

Bagaimana Mengajarkan Kerjasama?

Standar

“Anak-anakku, pada pelajaran IPS hari ini kita akan laksanakan dengan bermain bersama”. “Asyiiik….” Begitulah suasana kamis (03/05) pagi di kelas 2A MIM Karanganyar. Pada materi terakhir di pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas 2 membahas tentang kerjasama. Sengaja saya ajak anak-anak bermain dengan tujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik tentang bagaimana cara melaksanakan kerjasama.

Tak mudah memang mengajarkan kerjasama kepada anak, terlebih saat dia masih berada pada masa egosentris, di mana anak masih sangat mementingkan dirinya sendiri. Tapi jangan khawatir, asal dibiasakan sejak dini kemampuan bekerjasama pun akan tumbuh dengan sendirinya. Seperti apa caranya? Farah Farida Tantiani, M.Psi dan Dra. Sofia Hartati, M.Si, akan menjelaskannya!

Latih sejak dini

Kerjasama adalah saling membantu, saling membutuhkan dalam melakukan sesuatu untuk tujuan bersama. Bekerjasama merupakan perilaku Emotional Intelligence (EQ) yang tinggi, karena anak memahami perasaan orang lain dan berusaha untuk membina hubungan baik dengan pihak lain. Namun, bukan berarti kemampuan bekerjasama akan tumbuh dengan sendirinya saat anak dewasa kelak. Bekerjasama haruslah dipupuk sejak dini. Karena, bila sewaktu kecil anak sudah (dibiarkan) menjadi pribadi yang individualis, bukan tidak mungkin saat besar nanti dia akan sulit bekerjasama dengan orang lain.

Sebenarnya potensi kemampuan bersosialisasi yang merupakan cikal bakal kerjasama, sudah ada sejak anak itu lahir. Hanya saja, potensi tersebut harus dikembangkan sejak dini agar bisa muncul pada diri anak. Mengenai kapan tepatnya anak diajarkan kerjasama adalah ketika anak mulai dapat bermain dengan teman sebaya dalam kelompoknya.

Dari hal sederhana

Read the rest of this entry

Kegiatan Pembelajaran Terpadu dan Bermakna (Outing Class Lagi)

Standar

Kegiatan pembelajaran terpadu dan bermakna pada semester 2 kelas 2 ini dilaksanakan dengan tujuan agar siswa dapat berperilaku senang bekerja dan giat menyelesaikan pekerjaan (indikator nomer 4.2.3), memeragakan suatu kegiatan sesuai gambar (6.1.4), bercerita tentang keadaan/situasi secara lisan berdasarkan gambar (6.1.5), bercerita tentang kejadian menarik yang pernah dialami ketika berdarmawisata (sedih, gembira, atau lucu) (6.1.6), membuat laporan sederhana dalam beberapa kalimat (8.2.6), menyelesaikan soal cerita yang mengandung perkalian dan pembagian (3.3.2), dan memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan 3 dari 4 operasi hitung (3.3.3). Atas dukungan banyak pihak, secara umum kegiatan yang direncanakan dapat berjalan dengan lancar. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari selasa, tanggal 24 April 2012, pukul 07.00-12.30 WIB.

Outing Class Lagi (dan Lagi)

Standar

Pada Kamis (19/10) anak-anak kelas 2A MIM Karanganyar kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar di luar kelas (outing class). Kegiatan outing class yang dikemas dalam bentuk field trip ini di diadakan di Taman Satwa Taru Jurug Surakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan siswa dengan sumber belajar yang sebenarnya.  Adapun sumber belajar dimaksud adalah hewan dan tumbuhan koleksi Taman Satwa Taru Jurug Surakarta.


Di Jurug anak-anak melihat secara dekat dan berinteraksi secara langsung dengan sumber belajar. Kita tahu bahwa sudah menjadi tren, kegiatan belajar mengajar luar kelas dijadikan sebagai alternative baru dalam meningkatkan pengetahuan dalam pencapaian kualitas pembelajaran. Alam sebagai media pendidikan adalah suatu sarana efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan pola pikir serta sikap mental positif peserta didik. Konsep belajar dari alam adalah mengamati fenomena secara nyata dari lingkungan dan memanfaatkan apa yang tersedia di alam sebagai sumber belajar.

Apa itu Belajar di Luar Kelas?
Belajar di luar kelas merupakan aktivitas luar sekolah yang berisi kegiatan di luar kelas/sekolah dan di alam bebas lainnya, seperti: bermain di lingkungan sekolah, taman, perkampungan pertanian/nelayan, berkemah dan kegiatan yang bersifat kepetualangan, serta pengembangan aspek pengetahuan yang relevan (Arief Komarudin, 2007). Pendidikan luar kelas tidak sekedar memindahkan pelajaran ke luar kelas, tetapi dilakukan dengan mengajak siswa menyatu dengan alam dan melakukan beberapa aktivitas yang mengarah pada terwujudnya perubahan perilaku siswa terhadap lingkungan melalui tahap-tahap penyadaran, pengertian, perhatian, tanggungjawab dan aksi atau tingkah laku. Aktivitas luar kelas dapat berupa permainan, cerita, olahraga, eksperimen, perlombaan, mengenal kasus-kasus lingkungan di sekitarnya dan diskusi penggalian solusi, aksi lingkungan, dan jelajah lingkungan (Vincencia S, 2006).
Pendidikan luar kelas diartikan sebagai pendidikan yang berlangsung di luar kelas yang melibatkan pengalaman yang membutuhkan partisipasi siswa untuk mengikuti tantangan petualangan yang menjadi dasar dari aktivitas luar kelas seperti hiking, mendaki gunung atau kamping. Pendidikan luar kelas mengandung filosofi, teori dan praktis dari pengalaman dan pendidikan lingkungan.

Apa Tujuan Belajar di Luar Kelas?

Pendidikan luar kelas bertujuan agar siswa dapat beradaptasi dengan lingkungan dan alam sekitar dan mengetahui pentingnya keterampilan hidup dan pengalaman hidup di lingkungan dan alam sekitar, dan memiliki memiliki apresiasi terhadap lingkungan dan alam sekitar
Pendekatan Out-door learning menggunakan setting alam terbuka sebagai sarana. Proses pembelajaran menggunakan alam sebagai media dipandang sangat efektif dalam knowledge management dimana setiap orang akan dapat merasakan, melihat langsung bahkan dapat melakukannya sendiri, sehingga transfer pengetahuan berdasarkan pengalaman di alam dapat dirasakan, diterjemahkan, dikembangkan berdasarkan kemampuan yang dimiliki. Pendekatan ini mengasah aktivitas fisik dan sosial anak dimana anak akan lebih banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang secara tidak langsung melibatkan kerjasama antar teman dan kemampuan berkreasi. Aktivitas ini akan memunculkan proses komunikasi, pemecahan masalah, kreativitas, pengambilan keputusan, saling memahami, dan menghargai perbedaan (Disarikan dari beberapa sumber. Bersambung).

Outing Class 3: Membandingkan Jumlah Dua Bilangan

Standar

Pada jumat (12/08), kembali kelas 2A melaksanakan kegiatan outing class. Kegiatan belajar mengajar di luar kelas kali ini di laksanakan untuk mata pelajaran matematika. Tujuan dari kegiatan ini adalah  membandingkan jumlah dua bilangan. Adapun bentuk kegiatannya adalah mengadakan penelitian sederhana jumlah kendaraan yang lewat di jalan raya. Hasil pengamatan siswa-siswa kelas 2A menunjukkan bahwa jumlah kendaraan yang menuju kota Karanganyar lebih banyak dari jumlah kendaraan yang keluar kota Karanganyar. Adapun rincian kendaraan yang menuju kota Karanganyar terdiri dari sepeda motor (182), mobil pribadi (17) dan kendaraan umum (8). Sedangkan rincian kendaraan yang keluar kota Karanganyar terdiri dari sepeda motor (137), mobil pribadi (14) dan kendaraan umum (9). Jumlah total kendaraan yang menuju kota Karanganyar adalah 207 dan  jumlah total kendaraan yang keluar kota Karanganyar adalah 160.

Adapun Kompetensi Dasar (KD) yang menjadi focus pelajaran adalah KD nomer 1.1. Membandingkan bilangan sampai 500. Indicator yang ingin dicapai adalah 1.1.1. Menemukan kumpulan benda lebih banyak dari kumpulan benda lain, 1.1.2. Menemukan kumpulan benda lebih sedikit dari kumpulan benda lain, 1.1.3. Menemukan kumpulan benda sama banyak dengan kumpulan benda lain, 1.1.4. Menemukan suatu bilangan lebih besar dari bilangan lain, 1.1.5. Menemukan suatu bilangan lebih sedikit dari bilangan lain, dan  1.1.6. Menemukan suatu bilangan sama banyak dari bilangan lain.