Arsip Tag: Papan Pajangan

Puisi Anakku Dimuat di SOLOPOS

Standar

Ahad (01/04), puisi karya anakku yang kukirim ke Harian Umum SOLOPOS beberapa waktu yang lalu dimuat. Puisi yang berjudul “Desaku yang Kucinta” karya Humaira Salma Qatrunada yang dimuat tersebut ditulis saat pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas 2A MIM Karanganyar. Dalam pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 2, siswa membaca puisi dengan lafal dan intonasi yang tepat (KD 3.2.1), siswa menjelaskan isi puisi yang dibaca (KD 3.2.2), dan siswa membuat puisi anak dengan kalimat sederhana (KD 3.2.2).

Pada saat pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk memenuhi KD 3.2.2, saya meminta siswa membuat beberapa bait puisi, kemudian saya memilih beberapa karya terbaik siswa kemudian saya mengirimkannya ke SOLOPOS.

Kebanggaan tersendiri bagi seorang guru apabila karya anak didiknya mendapatkan apresiasi/penghargaan. Dimuatnya puisi karya peserta didik saya di harian tersebut merupakan bagian dari penghargaan tersebut.

Selamat yang Nduk….

Papan Pajanganku, Penghargaan untuk Anak-Anakku

Standar

Sebuah ruangan tanpa papan informasi terasa gersang. Para siswa ingin sekali memiliki sesuatu yang dapat dilihat pada dinding di sekitarnya. Melalui papan informasi mereka dapat belajar, menemukan sebuah informasi, terinspirasi, dan menambah perasaan nyaman di dalam kelas. Demikian dikatakan oleh Kimberly Steele seorang guru di Abe Hubert Middle School, Garden City, Kansas.

Rasanya memang sangat berasalan. Mengingat kenyataan sekarang banyak sekali ruang-ruang kelas dipenuhi oleh pajangan-pajangan atau hiasan tanpa makna. Kadang “teronggok” sekian tahun tanpa pernah disentuh ataupun berganti wajah maupun pindah tempat. Kita bisa lihat misalnya : hiasan bunga, prakarya siswa (hanya yang paling baik di kelas), rangka manusia, peta, gambar-gambar pahlawan dan sebagainya. Barang-barang tersebut tetap memiliki pesan dan makna. Tetapi sampai kapan barang tersebut layak terpampang di dinding kelas? Seberapa besar manfaat serta maknanya bagi guru dan siswa.

Satu hal yang menarik., yang kini terpampang di berbagai sekolah adalah pajangan hasil karya (istilah lain menyebutnya : display class, bulletin boards). Sebuah sarana belajar berbentuk papan atau gantungan ini kini sering dimanfaatkan oleh guru-guru untuk memajangkan hasil karya atau hasil belajar siswa dalam bentuk produk. Papan display ini sesungguhnya adalah sebuah wadah atau tempat untuk memberikan informasi penting yang dapat menunjang pembelajaran di kelas.

Informasi yang dimaksud dapat berupa portofolio siswa dalam bentuk hasil pekerjaan siswa selama proses belajar mengajar dalam jangka waktu tertentu atau juga konsep atau materi yang sedang dipelajari siswa.

TUJUAN. Adapun tujuan dari pajangan hasil karya siswa atau yang lebih sering disebut sebagai display ini adalah: (1) Sebagai tempat menempel berbagai jenis hasil pekerjaan atau karya siswa, (2) Sebagai bentuk penghargaan atas upaya yang telah dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan sebuah tugas atau pekerjaan, (3) Meningkatkan motivasi siswa, karena betapapun kualitas kerja yang dihasilkan akan mendapatkan kesempatan yang sama untuk dapat dipajang, (4) Memberikan informasi, baik yang bersifat umum, seperti poster atau slogan, maupun yang terkait dengan pembelajaran, seperti bagan/chart/grafik, langkah kerja/rumus, dan sebagainya, (5) Sebagai hiasan yang dapat memperindah suasana kelas, (6) Sebagai bahan evaluasi bagi guru dan siswa serta orang tua melalui tampilan/pajangan yang tertera pada papan display. Misalnya bagi guru, melalui pajangan siswa dapat secara langsung melihat kualitas kerja siswa dibandingkan dengan kompetensi yang harus diraihnya, sedangkan bagi siswa, ia dapat mengukur posisi hasil pekerjaannya dibanding dengan teman-teman lainnya. Sementara bagi orang tua, dapat secara langsung pula melihat kemajuan putra/i dalam meningkatkan kualitas kerja, (7) Karena seringkali papan display juga dianggap sebagai semi portofolio, maka display juga bertujuan menampilkan hasil kekayaan kelas yang bersangkutan.

Read the rest of this entry