Pembiasaan Sholat Dhuha Tingkatkan Amaliah Ibadah Anak

Standar

Kegiatan yang dibimbing wali kelas (Mr.Supri) ini dilaksanakan secara berjamaah. Berbeda dengan kegiatan sholat dhuhur yang dilaksanakan setiap hari, kegiatan sholat dhuha ini dilaksanakan setiap hari selasa pada jam ketiga sebelum jam istirahat pertama. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan amaliah ibadah anak. Sholat dhuha adalah sholat yang dilaksanakan pada waktu matahari mulai terangkat naik kira-kira sepenggelah dan berakhir hingga sedikit menjelang masuknya waktu zhuhur.

Adapun diantara keutamaan atau manfaat shalat dhuha ini adalah apa yang diriwayatkan oleh Muslim, Abu Daud dan Ahmad dari Abu Dzar bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab setiap kali bacaan tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh orang lain agar melakukan amal kebaikan adalah sedekah, melarang orang lain agar tidak melakukan keburukan adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu maka cukuplah mengerjakan dua rakaat shalat dhuha.”

Juga apa yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud dari Buraidah bahwa Rasulullah saw bersabda,”Dalam tubuh manusia itu ada 360 ruas tulang. Ia harus dikeluarkan sedekahnya untuk tiap ruas tulang tersebut.” Para sahabat bertanya,”Siapakah yang mampu melaksanakan seperti itu, wahai Rasulullah saw?” Beliau saw menjawab,”Dahak yang ada di masjid, lalu pendam ke tanah dan membuang sesuatu gangguan dari tengah jalan, maka itu berarti sebuah sedekah. Akan tetapi jika tidak mampu melakukan itu semua, cukuplah engkau mengerjakan dua rakaat shalat dhuha.”

Didalam riwayat lain oleh Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairoh berkata,”Nabi SAW kekasihku telah memberikan tiga wasiat kepadaku, yaitu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, mengerjakan dua rakaat dhuha dan mengerjakan shalat witir terlebih dahulu sebelum tidur.”

Jumhur ulama mengatakan bahwa shalat dhuha adalah sunnah bahkan para ulama Maliki dan Syafi’i menyatakan bahwa ia adalah sunnah muakkadah berdasarkan hadits-hadits diatas. Dan dibolehkan bagi seseorang untuk tidak mengerjakannya. (Disarikan dari beberapa sumber)

2 responses »

    • Betul sekali Pak. Sholat dhuha anak-anak tersebut dilaksanakan secara bersama-sama atau berjamaah, juga dengan bacaan yang di lafalkan dengan keras. Saya belum mendapati dalil tentang sholat dhuha yang dilaksanakan secara berjamaah. Sholat dhuha anak-anak saya tersebut dilaksanakan secara berjaamah dalam rangka pembelajaran bagi siswa. Hal ini (sholat dhuha berjamaah dan dilafalkan dengan keras) tidak berlaku untuk sholat yang dilaksanakan oleh kelas atas (Kelas 4,5,6). Terimakasih telah mampir di blog kami.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s