Kolase Daun (Tugas Art 4.4)

Standar

Kolase adalah sebuah karya berupa tempel menempel. Adapun bahan yang digunakan dapat bermacam-macam, misalnya kertas lipat, kertas koran, biji-bijian, manik-manik, potongan kayu, daun kering, dan juga pelepah pohon. Kali ini anak-anak 4A berkreasi dengan menggunakan daun untuk membuat kolase.

 

Sifat Cahaya (Tugas Science 4.7)

Standar

Cahaya dihasilkan oleh sumber cahaya. Sifat-sifat cahaya diantaranya adalah merambat lurus, menembus benda bening, dapat dipantulkan, dapat dibiaskan atau dibelokkan. Selain itu, cahaya dapat juga diuraikan. Saat terurai, cahaya menghasilkan berbagai macam warna yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Berikut adalah hasil pembuktian sifat-sifat cahaya oleh anak-anak 4A MI Muhammadiyah Karanganyar.

Teks Visual (Tugas Bahasa 4.7)

Standar

Informasi adalah sekumpulan data atau fakta yang diolah sehingga memilki arti dan dapat dipahami oleh pembaca. Semua informasi penting dapat kita peroleh jika kita telah menemukan kata kunci. Kata kunci adalah kata atau istilah yang merupakan inti dari bacaan. Sedangkan teks visual adalah teks yang terdiri dari gambar dan teks. Cara menuliskan informasi dari teks visual tidak berbeda dengan cara menuliskan informasi dari teks. Anak-anak 4A di tema 5 ini belajar cara menuliskan informasi dari teks visual yang telah mereka baca yaitu tentang “Kerajaan Islam Hindu Budha di Indonesia”. Berikut adalah peta konsep “Kerajaan Islam Hindu Budha di Indonesia”.

Pelestarian SDA (Tugas Science 4.8)

Standar

Sebagai siswa/siswi MI Muhammadiyah Karanganyar yang bertanggungjawab, sudah selayaknya kita peduli terhadap pelestarian sumber daya alam. Contoh usaha pelestarian lingkungan di rumah misalnya adalah menjaga kebersihan rumah dan lingkungan dengan cara rajin menyapu dan membuang sampah pada tempatnya, menyiram tanaman agar tanaman tidak layu di musim kemarau, memanfaatkan barang-barang bekas misalnya menjadikan kaleng bekas cat untuk pot tanaman, membuat tempat pensil dari kaleng bekas yang dibungkus koran, menghemat air dan mematikan lampu saat tidak dipakai. Berikut beberapa aktifitas anak-anak kelas 4A dalam usaha pelestarian sumber daya alam.

Melapas Rindu Sepekan Sekali

Standar

Jadwal zoom meeting adalah saat-saat yang ditunggu-tunggu oleh anak-anakku kelas 4A MI Muhammadiyah Karanganyar. Melalu aplikasi zoom yang dijadwalkan sepekan sekali, memungkinkan guru melaksanakan review materi pelajaran yang telah disampaikan di Google Classroom. Melalui zoom ini pula memungkinkan anak-anak dapat saling menyapa melepas rindu satu dengan yang lainnya.

Gagasan Pokok (Tugas Bahasa 4.1)

Standar

Gagasan pokok adalah topik yang dibahas pada suatu teks. Gagasan pokok dapat ditemukan pada kalimat utama yang terletak di awal, tengah maupun akhir paragraf. Gagasan pendukung adalah uraian atau informasi tambahan pada suatu teks yang terletak pada kalimat penjelas. Di tema satu ini, anak-anak membuat Peta Konsep Gagasan Pokok teks yang berjudul “Pawai Budaya”.

Selamat Datang

Standar

Karanganyar (13/07), selamat datang di kelas 4A. Selamat datang di kelas petualangan. Dikarenakan Pemerintah belum mengizinkan keluarga besar MI Muhammadiyah Karanganyar untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka langsung di madrasah, selama pandemi ini kita melaksanakan pembelajaran di kelas online Google Classroom.

 

 

 

Berikut adalah link panduan untuk masuk ke Google Classroom. Selamat belajar. Semoga Alloh SWT selalu melindungi kita semuanya.

01_Panduan Masuk Kelas di Google Classroom

02_Cara Mengumpulkan Tugas di Google Classroom

03_Cara Memastikan Bahwa Pekerjaan Sudah Dikumpulkan

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Standar

Karanganyar (31/05). Masih dalam suasana Idul Fitri, kelas 4A melaksanakan Halal Bi Halal Online. Giat diisi dengan tausiah oleh Ustadz Dodik Mayantoro (Papa Zaffan), ikrar halal bi halal perwakilan siswa oleh Patria Jalu Respati, ikrar halal bi halal perwakilan guru oleh Mrs.Rizky Kurniyawati,S.Pd, pengumuman Penilaian Akhir Tahun (PAT) dan doa yang dipimpin oleh Dr.Agung Respati (Papa Rama). Selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.

Kelas 4A Gelar Buka Puasa Bersama

Standar

Karanganyar (10/05). Masa pandemi tidak menyurutkan semangat anak-anakku siswa-siswi kelas 4A MI Muhammadiyah Karanganyar untuk belajar dan juga meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh SWT.

Salah satu giat yang dilaksanakan adalah acara buka puasa bersama dalam jaringan (daring). Giat yang diisi dengan motivasi dan juga sekaligus review materi pelajaran di tema 9 ini dilaksanakan melalui zoom meeting. Anak-anak nampak khusuk mengikuti rangkaian acara buka bersama.

Giat ini dilaksanakan sebagai salah satu acara penyegaran di tengah-tengah dilaksanakannya pembelajaran jarak jauh selama pandemi. Kegiatan diakhiri dengan santap buka bersama di rumah masing-masing. Semoga Alloh SWT menerima semua amal kebaikan kita semuanya. Aamiin aamiin aamiin.

Bersama Orang-orang Hebat

Standar

Berbekal semangat “belajar dan terus belajar”, saya mencoba memberanikan diri (menjalankan amanat untuk) bergabung dalam tim penulis sejarah Muhammadiyah Karanganyar. Tim yang diketuai Kustawa Esye (Cak Koes) ini, bekerja sejak satu tahun terakhir. Kami menggali data dan menyusun narasi sejarah berdasarkan berbagai sumber yang masih ditemukan termasuk saksi sejarah berkembangnya persyarikatan Muhammadiyah di bumi Intanpari Karanganyar. Bekerja bersama tim yang hebat, saya benar-benar belajar banyak. Terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan. InsyaAlloh buku sejarah Muhammadiyah Karanganyar akan terbit sebelum pelaksanaan Muktamar, insyaAlloh.

 

Alhamdulillah, Tour de Jatim Park 1 Sukses

Standar

Bersama dengan seluruh siswa kelas 4 dan 5, kami melaksanakan study tour ke Museum Tubuh dan Jatim Park 1 di Batu Jawa Timur pada Jumat-Sabtu (14-15 Februari 2020). Alhamdulillah perjalanan sebanyak 600 peserta study tour yang terbagi dalam 12 bus mulai dari MI Muhammadiyah Karanganyar sampai kembali dalam keadaan sehat dan selamat semuanya.

Berikut adalah salah satu keseruan saat anak-anak naik salah satu wahana di Jatim Park 1. Di Jatim Park 1 ini, selain mendapatkan pengetahuan yang lengkap tentang keanekaragaman budaya bangsaku, mereka juga bisa mencoba seluruh wahana yang ada di Jatim Park 1.

Bismillahirrohmaanirrohiim

Standar

Bismillahirrohmaanirrohiim. Tiba saatnya melaksanakan lokakarya sebagai kelanjutan pelaksanaan daring (dalam jaringan) Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan tahun 2019. Lokakarya dilaksanakan tanggal 26 September-17 Oktober 2019. Setelah itu akan dilaksanakan PPL tanggal 21 Oktober – 8 November 2019. Sedangkan Ujian Kinerja (Ukin) dilaksanakan tanggal 11-15 November, pendampingan Ujian Pengetahuan (UP) tanggal 23-24 Novembr 2019. Mohon doanya njih, Bapak/Ibu.

Heat as Source of Energy

Standar

Pada praktikum kali ini, anak-anakku kelas 4A MIM Karanganyar melakukan penyelidikan tentang panas dan energi. Dengan alat dan bahan berupa gunting, kertas, benang dan tusuk sate anak-anakku membuat kertas spiral. Kemudian kertas spiral itu dipanaskan di atas lilin. Panas yang dihasilkan oleh lilin menghasilkan energi gerak pada kertas spiral. Ini namanya heat as source of energy.

Part of Ear

Standar

Panca indera kita yang berguna untuk mendengar adalah telinga. Telinga manusia terdiri dari tiga bagian, yaitu telinga luar (outer ear), telinga tengah (middle ear), dan yang terakhir telinga bagian dalam (inner ear).

Proses suatu bunyi dapat didengar oleh seseorang diawali dengan masuknya bunyi ke dalam telinga yang ditangkap oleh daun telinga. Bunyi selanjutnya diteruskan ke bagian telinga yang paling dalam. Kemudian informasi diteruskan ke otak melalui saraf pendengaran.

Telinga merupakan alat indra yang memiliki fungsi penting, yaitu untuk mendengar bunyi yang ada di sekitar. Salah satu peran penting telinga adalah sebagai alat untuk memperlancar komunikasi. Komunikasi dapat berlangsung dengan baik jika fungsi indra pendengaran juga baik. Untuk itu, penting kiranya merawat telinga agar tetap berfungsi dengan baik.

Percobaan Frekuensi Bunyi

Standar

Kali ini anak-anakku kelas IV A MI Muhammadiyah Karanganyar belajar tentang frekuensi bunyi dengan menggunakan beberapa botol sirup bekas. Masing-masing botol diisi dengan jumlah air yang berbeda satu sama lain. Posisi seluruh botol diatur secara sejajar untuk memudahkan memukulnya. Susunan diatur dengan mengisi botol pertama dengan sedikit air, botol kedua lebih banyak dan seterusnya hingga botol terakhir berisi paling banyak air. Selanjutnya pukul pinggiran botol dengan tongkat kayu/pensil dengan urutan dari botol yang berisi paling sedikit air hingga yang terbanyak, sambil diamati perbedaan suara yang terdengar. Masing-masing dari botol akan memiliki nada yang berbeda ketika dipukul dengan pensil. Botol yang berisi air paling banyak akan memiliki nada terendah sedangkan botol dengan air yang lebih sedikit akan memiliki nada yang lebih tinggi. Getaran kecil yang dibuat ketika memukul botol menciptakan gelombang suara yang merambat melalui air. Air yang lebih banyak akan menyebabkan getaran merambat dengan lebih lambat sehingga menghasilkan suara dengan nada lebih rendah.

Menjelaskan Keberagaman Suku di Indonesia

Standar

Ada lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa di Indonesia, atau tepatnya 1.340 suku bangsa menurut sensus BPS tahun 2010. Suku Jawa adalah kelompok suku terbesar di Indonesia dengan jumlah mencapai 41% dari total populasi. Orang Jawa kebanyakan berkumpul di pulau Jawa, akan tetapi jutaan jiwa telah bertransmigrasi dan tersebar ke berbagai pulau di Nusantara, bahkan bermigrasi ke luar negeri seperti ke Malaysia dan Suriname. Suku Sunda, Suku Batak, dan Suku Madura adalah kelompok terbesar berikutnya di negara ini. Banyak suku-suku terpencil, terutama di Kalimantan dan Papua, memiliki populasi kecil yang hanya beranggotakan ratusan orang. Sebagian besar bahasa daerah masuk dalam golongan rumpun bahasa Austronesia, meskipun demikian sejumlah besar suku di Papua tergolong dalam rumpun bahasa Papua atau Melanesia.

Pembagian kelompok suku di Indonesia tidak mutlak dan tidak jelas akibat perpindahan penduduk, percampuran budaya, dan saling mempengaruhi; sebagai contoh sebagian pihak berpendapat orang Cirebon adalah suku tersendiri dengan dialek yang khusus pula, sedangkan sementara pihak lainnya berpendapat bahwa mereka hanyalah subetnik dari suku Jawa secara keseluruhan. Demikian pula suku Baduy dan suku Banten yang sementara pihak menganggap mereka sebagai bagian dari keseluruhan suku Sunda. Contoh lain percampuran suku bangsa adalah suku Betawi yang merupakan suku bangsa hasil percampuran berbagai suku bangsa pendatang baik dari Nusantara maupun Tionghoa dan Arab yang datang dan tinggal di Batavia pada era kolonial. (sumber: wikipedia)